HARTA DAN KARAKTER DASAR MANUSIA

Bagikan Keteman :

Andik Irawan, S.Pd.I – Anggota Da’i Kamtibmas Porles Gresik


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jamaah yang dirahmati Allah,
Sebagaimana telah kita bahas, harta adalah ujian besar yang dapat memperkuat karakter dasar seseorang—baik atau buruknya. Dan dari sini kita bisa melihat betapa besar pengaruhnya terhadap Kamtibmas, keamanan dan ketertiban di masyarakat.

1. Ketika Orang Kaya Berjiwa Dermawan, Kamtibmas Menjadi Harmonis

Jika seseorang kaya dan karakter dasarnya dermawan, maka kekayaan itu melahirkan:

  • kepedulian sosial,
  • sumbangan kepada yang membutuhkan,
  • lapangan pekerjaan,
  • bantuan bagi tetangga,
  • dan solidaritas antarwarga.

Sosok kaya yang berhati baik akan menjadi “pagar sosial” bagi lingkungannya. Ia tidak hanya memperkuat dirinya, tetapi memperkuat ketenteraman masyarakat.

Allah memuji orang yang seperti ini dalam Al-Qur’an:

“Dan orang-orang yang menafkahkan hartanya pada malam dan siang, secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan…”
(QS. Al-Baqarah: 274)

Orang kaya dermawan adalah penopang keseimbangan sosial. Semakin banyak orang seperti ini, semakin aman lingkungan, semakin sedikit kriminalitas, dan semakin terjaga Kamtibmas.

2. Tetapi Ketika Orang Kaya Berkarakter Bakhil dan Sombong, Kamtibmas Runtuh

Sebaliknya, orang kaya yang karakter dasarnya kikir, takut miskin, dan sombong, akan memperburuk Kamtibmas. Mengapa?

Karena kekayaan yang dimiliki tanpa iman dapat menimbulkan:

  • kesenjangan sosial,
  • kecemburuan sosial,
  • kezaliman ekonomi,
  • eksploitasi tenaga kerja,
  • meremehkan warga miskin,
  • hingga memicu tindak kriminal dari pihak yang merasa tertindas.

Inilah sebabnya Allah memperingatkan dalam kisah Qârûn. Kekayaannya bukan hanya merusak dirinya, tetapi juga mengancam stabilitas kaumnya.

Ketidakseimbangan sosial dan sifat angkuh pemilik harta sering menjadi pemicu keretakan hubungan di masyarakat, yang akhirnya berpengaruh pada keamanan dan ketertiban.

3. Ujian Harta dan Dampaknya Terhadap Kerukunan

Rasulullah SAW bersabda:

“Ujian umatku adalah harta.”
(HR. Tirmidzi)

Ujian ini bukan hanya menimpa pemilik harta, tetapi juga berdampak pada lingkungan. Jika seseorang memanfaatkan hartanya untuk kebaikan, masyarakat menjadi tenteram. Namun jika harta menjadi sumber kesombongan dan kesenjangan, konflik mudah muncul.

Banyak kasus Kamtibmas di masyarakat bermula dari:

  • sengketa waris,
  • hutang piutang,
  • iri hati terhadap orang kaya,
  • ketidakadilan dalam ekonomi,
  • dan sikap angkuh pemilik harta.

Semua ini berasal dari ujian harta yang gagal dihadapi.

4. Solusi Kamtibmas: Kuatkan Karakter, Bukan Sekadar Menambah Harta

Karena itu, inti memperbaiki Kamtibmas bukan hanya dengan aturan dan hukum, tetapi juga dengan:

  • memperbaiki keimanan,
  • menguatkan karakter masyarakat,
  • membangun budaya dermawan,
  • mengikis sifat bakhil dan sombong,
  • mengajarkan arti berbagi,
  • dan memperluas rasa tanggung jawab sosial.

Harta harus menjadi sarana memperbesar kasih sayang antarwarga, bukan memperbesar jarak dan kesenjangan.

5. Penutup

Jamaah sekalian,
Kamtibmas yang kuat dimulai dari hati yang kuat. Jika pemilik harta baik, masyarakat akan tenteram. Jika pemilik harta sombong dan kikir, masyarakat bisa retak dan tidak aman.

Karena itu sebelum meminta harta, mintalah kepada Allah karakter yang baik, agar ketika harta datang, ia memperbesar kebaikan, memperkuat kerukunan, dan memperkokoh Kamtibmas di lingkungan kita.

Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang amanah, dermawan, dan menjaga ketertiban masyarakat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Related posts

Leave a Comment